You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.

Sistem Informasi Desa Belanga

Kec. Kintamani, Kab. Bangli, Prov. Bali

Pelaksanaan Pelatihan Pemilahan Sampah Berbasis Sumber, Mengacu Pada PERGUB No 47 Tahun 2019


Pelaksanaan Pelatihan Pemilahan Sampah Berbasis Sumber, Mengacu Pada PERGUB No 47 Tahun 2019

belanga.desa.id-Kintamani.(17/12/2021), Pemerintah Desa Belanga bersama-sama dengan Perangkat Desa Belanga melaksanakan Kegiatan Pelatihan Pemilahan Sampah Berbasis Sumber yang mengacu pada Peraturan Gubernur No. 47 Tahun 2019.

Kegiatan yang dilaksanakan hari ini Pukul 09.00 Wita, yang menghadirkan Narasumber dari DLH (Dinas Lingkungan Hidup) I Wayan Ariana dan Bank Sampah Kabupaten Bangli.

Pemerintah Provinsi Bali cukup produktif dalam menghasilkan aturan berkaitan dengan pengelolaan sampah. Keputusan Gubernur Bali Nomor 381/03-P/HK/2021 dan Instruksi Gubernur Nomor 8324 Tahun 2021 merupakan tindak lanjut dari Peraturan Gubernur Bali Nomor 47 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber. Peraturan tersebut mengerucutkan strategi pengelolaan sampah menurut Kebijakan dan Strategi Daerah dalam Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga dalam Pergub no. 95 tahun 2018. Usaha pengurangan sampah juga diatur dalam Pergub no. 97 tahun 2019 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai. Perlindungan lingkungan dengan cara mengurangi potensi pembuangan sampah liar juga ditegaskan melalui Pergub no. 24 tahun 2020 tentang Perlindungan Danau, Mata Air, Sungai dan Laut.

Benang merah dari regulasi-regulasi tersebut adalah peran masyarakat untuk menjaga kelestarian alam Bali dan meningkatkan kebersihan lingkungan pemukiman dengan memulai pengelolaan sampah berbasis sumber. Pada dasarnya pengelolaan sampah berbasis sumber merupakan sistem pengelolaan sampah yang dilakukan dekat dari sumbernya. Yang mana secara umum penghasil sampah terbanyak adalah lingkungan rumah tangga, baik di perdesaan maupun perkotaan.

turan perundang-undangan tersebut di atas dapat dipraktikkan oleh warga Bali untuk membatasi produksi sampah, yaitu mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan mencegah pembuangan sampah sembarangan, terutama di sumber air dan daerah aliran sungai. Bahkan Bapak Gubernur dan Ibu Gubernur lantang menyerukan semangat untuk mewujudkan “Desaku bersih tanpa mengotori desa lain.”

Membedakan Sampah dengan Material

Pengelolaan sampah berbasis sumber dimulai dengan melakukan pemisaahan sampah di rumah tangga warga. Yayasan Bumi Sasmaya sebagai pencetus program Merah Putih Hijau mengusung slogan “Separation is the key”, bahwa pemisahan sampah adalah kunci dari pengelolaan sampah yang baik dan benar. Pemisahan sampah yang paling sederhana dibagi menjadi tiga, yaitu material yang mudah terurai, material sulit terurai dan sampah residu.

Jika sudah mampu memisahkan sampah, maka warga akan menyadari bahwa sebagian sisa konsumsi rumah tangga bukanlah sampah tapi berupa material yang dapat didayagunakan kembali. Sebagian besar sisa konsumsi rumah tangga merupakan bahan-bahan daur ulang yang bernilai ekonomis. Material yang mudah terurai atau sampah organik dapat diolah menjadi kompos. Sedangkan material yang sulit terurai atau anorganik dapat dibawa ke Bank Sampah. Hanya sedikit residu yang akan dibuang ke TPA.

Peserta Pelatihan yang hadir dibagi atas Perwakilan Kader PKK dan STT.Giri Mekar Desa Belanga, yang dimana diharapkan bisa memberikan informasi kepada Keluarga dirumah akan Penerapan Pemilahan Sampah yang dalam pelaksanaannya bisa memberikan dampak positif bagi Lingkungan disekitarnya.

maka dari itu besar harapan Pemerintahan Desa akan kesadaran Masyarakat memilah sampah dimulai dari Lingkungan Rumah Tangga.

"saya sangat Bersyukur bahwa dengan dilaksanakannya Pelatihan Kegiatan Pemilahan Sampah Berbasis Sumber ini bisa memberikan pemahaman akan kesadaran Masyarakat untuk mengelola sampah dengan baik dan benar" Terangnya I Made Warkadana Perbekel Belanga.

Sumber dana yang digunakan dalam pelaksanaan Pelatihan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber diambil dari Dana Desa Belanga Tahun Anggaran 2021.

dengan jumlah Anggota Pelatihan sebanyak 30 Orang. (DB)

 

 

 

Bagikan artikel ini:
Komentar