You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Loading...
Logo Desa Belanga
Desa Belanga

Kec. Kintamani, Kab. Bangli, Provinsi Bali

Pelaksanaan VAKSIN Dosis Ke-4 untuk Masyarakat Desa Belanga

Administrator 11 Februari 2023 Dibaca 104 Kali
Pelaksanaan VAKSIN Dosis Ke-4 untuk Masyarakat Desa Belanga

belanga.desa.id-Kintamani.(11/2/2023), Pemerintah Desa Belanga bekerjasama dengan Puskesmas Pembantu III Kintamani telah melangsungkan Kegiatan Vaksinasi Dosis Ke-4 untuk Warga Masyarakat Desa.

Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah mengizinkan pemberian vaksinasi dosis keempat atau booster kedua kepada masyarakat umum. Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Nomor HK.02.02/C/5565/2022.

Juru Bicara Covid-19 Kementerian Kesehatan M Syahril mengatakan, kebijakan ini dilakukan untuk memberi perlindungan terhadap kelompok rentan. Dengan begitu, tingkat keparahan dan kematian akibat Covid-19 bisa ditekan.

"Percepatan vaksinasi baik primer maupun booster perlu dilakukan mengingat pasien Covid-19 yang meninggal sebagian besar adalah masyarakat yang belum divaksinasi, lansia dan orang dengan penyakit penyerta

Pelaksanaan Pemberian Vaksin dilakukan di Gedung Kantor Perbekel Desa Belanga, dimulai dari jam 9.00 Wita-Selesai

Ketentuan vaksinasi dosis keempat atau booster kedua Dalam surat edaran terbaru daru Kemenkes tersebut, sasaran vaksinasi booster tahap kedua adalah lansia yang berusia 60 tahun ke atas.

Booster kedua bisa diberikan minimal 6 bulan sejak menerima booster pertama. Vaksinasi booster tahap kedua ini sudah bisa dilakukan sejak 22 November 2022 di fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.

Berikut kombinasi vaksin yang dapat digunakan untuk booster kedua bagi lansia:

1. Kombinasi untuk booster pertama Sinovac AstraZeneca diberikan separuh dosis (half dose) atau 0,25 ml Pfizer diberikan separuh dosis (half dose) atau 0,15 ml Moderna diberikan dosis penuh (full dose) atau 0,5 ml Sinopharm diberikan dosis penuh (full dose) atau 0,5 ml Sinovac diberikan dosis penuh (full dose) atau 0,5 ml Indovac diberikan dosis penuh (full dose) atau 0,5 ml

2. Kombinasi untuk booster pertama AstraZeneca Moderna diberikan separuh dosis (half dose) atau 0,25 ml

Moderna diberikan separuh dosis (half dose) atau 0,25 ml Pfizer diberikan separuh dosis (half dose) atau 0,15 ml AstraZeneca diberikan dosis penuh (full dose) atau 0,5 ml

3. Kombinasi untuk booster pertama Pfizer Pfizer diberikan dosis penuh (full dose) atau 0,3 ml Moderna diberikan separuh dosis (half dose) atau 0,25 ml AstraZeneca diberikan dosis penuh (full dose) atau 0,5 ml

4. Kombinasi untuk booster pertama Moderna Moderna diberikan separuh dosis (half dose) atau 0,25 ml Pfizer diberikan separuh dosis (half dose) atau 0,15 ml

5. Kombinasi untuk booster pertama Janssen (J&J) Janssen (J&J) diberikan dosis penuh (full dose) atau 0,5 ml Pfizer diberikan dosis penuh (full dose) atau 0,5 ml Moderna diberikan separuh dosis (half dose) atau 0,25 ml

6. Kombinasi untuk booster pertama Sinopharm Sinopharm diberikan dosis penuh (full dose) atau 0,5 ml Zivifax diberikan dosis penuh (full dose) atau 0,5 ml

7. Kombinasi untuk booster pertama Covovax Covovax diberikan dosis penuh (full dose) atau 0,5 ml

Karena cakupan vaksinasi primer dan booster beberapa daerah masih di bawah 70 persen, Syahril meminta agar vaksinasi booster tahap kedua ini berjalan beriringan. (DB)


Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image